Indonesia Banking School (IBS) merupakan Perguruan Tinggi yang memegang ijin resmi dari Dirjen Dikti dan didirikan pada tahun 2004. IBS menyelenggarakan pendidikan formal jenjang S1 dan S2. Untuk Strata 1 mempunyai dua Program Studi yakni Akuntansi dan Manajemen. Sedangkan untuk Strata 2 menyelenggarakan Program Magister Manajemen (MM). Untuk dua jenjang studi tersebut secara khusus memberikan derajat kesarjanaan (SE dan MM) khususnya bidang keuangan perbankan dan bisnis.


IBS didirikan oleh Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI), suatu yayasan yang didirikan dan dibina oleh BANK INDONESIA, yang bertanggungjawab untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia bidang Keuangan dan Perbankan di Indonesia. YPPI memiliki beberapa lembaga, antara lain Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). LPPI merupakan suatu lembaga pendidikan dan pelatihan bagi para pegawai di lembaga perbankan. Sudah puluhan tahun LPPI nyata menghasilkan kader perbankan nasional yang profesional mengelola bank-bank yang ada di Indonesia.


Kampus IBS dan LPPI berada pada kawasan yang sama di Kemang Raya 35 Jakarta Selatan. Untuk memungkinkan agar alumninya bisa langsung bekerja di lembaga perbankan, IBS telah bekerjasama dengan 20 bank umum konvensional dan syariah antara lain Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, Bank BCA Syariah, Panin Syariah, Bank Danamon Indonesia, BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Mega Syariah, BTPN Syariah, Bukopin, Bank DKI.


Untuk menghadapi terbentuknya pasar tunggal ASEAN (MEA) akhir tahun 2015, IBS telah mempersiapkan para mahasiswanya untuk lebih siap dalam bekerja, a.l:


  • Mengikuti magang di semester 7 (tujuh) selama 6 (enam) bulan di Bank-bank yang telah menandatangani MOU.
  • Mensyaratkan kelulusan dengan nilai TOEFL minimal 550, Sertifikasi General Banking I dan Manajemen Risiko.
  • Memantapkan wawasan kebangsaan agar lebih mencintai tanah airnya: Indonesia.

IBS didukung sepenuhnya oleh Otoritas Moneter (Bank Indonesia) dan Otoritas Jasa keuangan (OJK). Gubernur Bank Indonesia Bapak Agus D.W. Martowardojo secara ex officio menjadi Ketua Dewan Kurator IBS, sedangkan Ketua Dewan Komisioner OJK, Dr. Muliaman D.Hadad, menjadi salah seorang anggota Honorable Faculty. Anggota lainnya adalah para mantan Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Syariah Nasional/Majelis Ulama Indonesia dan mantan Dirut Bank-bank BUMN.


Selamat meng-akses website IBS ini.



Dr. Subarjo Joyosumarto, SE., MA

Ketua Indonesia Banking School