25 Oktober 2016

Berburu Pemburu Untung Baru

 

KOMPAS. 23 Oct 2016


Delapan menit menuju pukul 16, suasana auditorium kampus Indonesia Banking School di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mendadak tegang. Perdagangan saham di Bursa Efek Jakarta bakal segera tutup, tinggal sedikit waktu tersisa bagi 20 tim peserta Stock C.


Asing di BEI -lah yang membuat berbagai pihak terkait gencar berkampanye tentang pasar modal. ‘Sekarang ini 64 pemilik saham yanh diperdagangkan di BEI adalah pemodal asing. Ini membuat pasar modal kita gampang goyah. Kalau The Fed menaikkan suku bunga, misalnya, para pemain asing ini akan jual saham dang anti beli dollar. Uangnya mengelir ke sana. Akibat, kurs dollar AS bakal naik dan perusahaan dalam negeri yang repot.” Kata Srjito. Jumlah pemodal di BEI sebenarnya sudah bertambah lebih dari 30 persen dalam 16 bulan terakhir, dari 389.000 pada Juli 2015 menjadi 515.204 pemodal per Oktober 2016. Namun, jumlah itu pun baru berkisar 0,2 persen dari 250 juta lebih penduduk Indonesia. Maka, bukan Cuma edukasi yang digenjot untuk menambah pemain di bursa. Para pengambilan kebijakan pun merombak aturan demi membuka gerbang pasar modal lebar-lebar. Dulu untuk membeli saham seharga Rp 14.000 per lembar, misalnya, investor harus mogoh kocek Rp 7 juta, karena harus membeli 1 lot yang terdiri dari 500 lembar sekaligus. Karena satuan lot diturunkan menjadi 100 lembar per lot, untuk membeli saham yang sama investor cukup merogoh uang Rp 1,4 juta. Otoritas saham dan keuangan sudah bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional, mengelompokkan emiten-emiten yang memenuhi kriteria “saham syariah”. Semua demi menjaring pemodal baru di BEI.


Jhon Vetel dari Junior Trader Club menyebut kebijakan pengubahan satuan lot menjadi 100 di pasar modal. Sejak masih berjuluk E-Trading, perusahaan sekuritas yang kini bersama Daewoo Securities Indonesia focus menggarap online trading. Kini pun mereka terus memperbarui layanan “Home Online Trading System. ”Untuk computer maupun gawai masabahnya. Kepala Pemasaran dan Pelayanan Online Daewoo Securities Indonesia Randy Gunawan menyebut jumlah nasabah yang bertransdaksi saham. Nilai itu bakal terus mereka tambah,” kata Randy. Sejak serius menggarap nasabah ritel 2011, Mandiri Sekuritas juga sukses menggaet 55.000 nasabah. Mandiri Sekuritas menawarkan fasilitas pembukaan rekening efek “murah-meriah’, Rp 2 juta bagi calon investor umum. Bahkan mahasiswa yang menjadi calon investornua bisa membuka rekening efek dengan Rp. 500.000. Bahana Securities yang piawai menjaring nasabah kelas kakap pun menggaet investor ritel, antara lain dengan kemudahan nilai investasi awal Rp 5 juta bagi calon nasabahnya. ‘Pada 2010, nasabah Bahana berkisar 700. Didominasi nasabah besar. Kini, jumlahnya naik menjadi 16.000 nasabah. Kami memberikan program edukasi dan sosialisasi serta pemahaman akan pentingnya disiplin dalam berinvestasi. Kami ingin semua nasabah kami, termasuk nasabah ritel, menjadi investor’kelas paus’.” Kata Direktur Utama Bahana.


Transaksi saham dilatih dengan permainan simulasi strategi ‘Stocklab” yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta. Sejumlah mahasiswa di Jakarta mengikuti kompetisi perdagangan saham yang diselenggarakan Mandiri Sekuritas di Indonesia Banking School, Jakarta, Kamis (20/10). Karyawan percetakan di Jakarta, Rabu (19/10). Memantau pergerakan sham melalui telepon pintar disela jam istirahat.